Mengapa Saya Pilih SMP Labschool? Sultan Dhiya Nararya-7C



 

         Mengapa Saya Pilih Labschool?

Assalamualaikum, halo semuanyaaaa…

 

            Halo, nama saya Sultan Dhiya Nararya. Saya lahir di tanggal 22 Januari 2010. Saya mempunyai 1 Kakak, dan di file word ini saya akan menceritakan mengapa saya memilih SMP Labschool Jakarta.

 

            Semua dimulai saat saya masih sebuah siswa SD. Saya waktu itu sedang bingung karena susah mencari SMP. Karena saat masa pandemi mendapat prestasi sangatlah susah. Ketika saya memilih SMP, saya di rekomendasi oleh ibu saya 3 SMP yaitu: al azhar, Muhammadiyah dan SMP Labschool Jakarta. Saya sangat ingin masuk ke labschool karena prestasi nya sangat tinggi, seperti kakak saya yang sekarang sudah menjadi alumni labschool. Kakak saya mengsarankan bahwa saya harus belajar dengan keras karena labschool memang sangat susah untuk masuk.

 

            Saya mulai belajar 2 bulan sebelum diadakan tes masuk labschool. Dan ternyata setelah diumumkan, alhamdulillah saya masuk. Saat sudah diterima menjadi calon siswa SMP Labschool Jakarta, saya tetap semangat dan terus belajar untuk MPLS (masa pengenalan lingkugan sekolah).

 

Sebelum masuk MPLS, Labschool mengadakan banyak sekali tes untuk masuk sekolah. Pertama, Labschool mengadakan psikotes, yaitu sebuah tes untuk mengukur kemampuan apa yang kurang dan mengukur IQ (Intelligence Quotient). Kedua, Labschool mengadakan Brain Assessment, yaitu sebuah tes untuk melihat bagaimana otak berfikir, bagian mana yang lebih sering dipakai untuk berfikir. Ketiga, Labschool mengadakan tes Kesehatan, yaitu tes untuk melihat kandungan apa yang ada didalam tubuh karena banyak anak anak masa sekarang yang minum narkoba.

 

Setelah semua tes itu dilaksanakan, masih ada beberapa bulan lagi sebelum masuk, banyak hari yang lalu dan akhirnya sampai bulan idul adha dan saya pun sholat idul adha. Tapi ternyata, saat hari minggu (satu minggu sebelum masuk MPLS), saya terkena covid – 19. Dari terkena penyakit itu, saya benar benar tidak bisa masuk sekolah, dan saya terlambat jauh dengan teman teman saya yang lain, saat hari MPLS, saya tetap berada dirumah dan mengikuti MPLS dengan cara zoom. Walaupun dengan cara zoom dan tetap dirumah, kakak – kakak OSIS labschool pun sudah menyiapkan acara untuk yang dirumah. Saya mulai mengikuti acara MPLS pada hari rabu, karena saya masih tidak enak badan di hari senin dan selasa.

 

Pada hari Rabu, banyak siswa – siswa yang sakit juga. Acara di hari itu pun sangat seru. Pertama, semua yang ada di zoom berkenalan dengan kakak kakak osis. Saya ingat, hari paling seru dan paling memorable adalah hari kamis. Di hari itu banyak siswa yang sakit dan ikut PJJ, yang disekolah berdoa dan yang di zoom berkenalan dengan kakak – kakak osis. Lalu setelah itu siswa – siswa di sekolah disuruh pergi ke auditorium dan sambil menunggu yang disekolah, yang PJJ berdoa untuk membuka acara dan menceritakan sedikit tentang buku yang dibaca. Setelah siswa – siswa di sekolah masuk ke ruangan auditorium, acara pada hari kamis sangat ramai, karena agenda hari itu diisi dengan unjuk bakat. Unjuk bakat adalah menampilkan bakat yang siswa - siswa punya. Hari itu sangat memorable karena pada akhir acara, kelas saya (7C) menampilkan lagu yang dinyanyikan oleh mereka semua, yaitu laskar pelangi. Kalua saja saya tidak sakit, saya akan senang sekali mengikuti MPLS.

 

Sekarang sudah dua minggu setelah MPLS, dan akhirnya saya bisa pertama kalinya masuk ke labschool. Labschool memang sekolah yang bagus dan seru, semoga saya akan terus belajar dan lulus nanti kelas 9, LABSCHOOL JAYA!.                                                                        

Komentar